top of page

TB Simatupang, Jenderal Pemikir Seteru Bung Besar

Punya reputasi cemerlang dalam membangun Angkatan Perang Indonesia semasa revolusi. Kariernya putus karena tak sejalan dengan Panglima Tertinggi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno menyematkan pangkat Mayor Jenderal kepada TB Simatupang. Foto: repro Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos.

13 Feb 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Agu 2025

Gubraaak! Pintu dibanting. Mayor Jenderal Tahi Bonar Simatupang, Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) TNI berlalu meninggalkan Presiden Sukarno. Bertahun-tahun kemudian, Menteri Sekretaris Negara, AK Pringgodigdo memberitahu Simatupang, betapa terhinanya Sukarno hari itu. Umpatan bahkan terlontar dari presiden pertama RI tersebut.


“Hij poept op mij!” yang artinya “Dia (Simatupang) memberaki saya!” sebagaimana dituturkan Pringgodigdo kepada Simatupang dalam Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos.

Mengapa Simatupang berani berbuat lancang?


Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Juli 1952. Pangkalnya bermula dari laporan Bambang Supeno, Komandan Candradimuka, lembaga pendidikan mental bagi perwira, kepada Presiden Sukarno. Dia meminta kepada Sukarno agar mengganti Kolonel AH Nasution dari kedudukannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Alasannya, banyak perwira kurang berkenan dengan Nasution yang melibatkan Misi Militer Belanda (MMB) dalam meningkatkan mutu tentara. Sukarno memberi restu. Syaratnya, para panglima di daerah pun setuju dengan mengumpulkan tanda tangan.


Pengumpulan tanda tangan panglima-panglima divisi rampung. Bambang Supeno lantas menyampaikan surat permintaan pemberhentian Nasution kepada Simatupang. Dalam Ikhtisar Sejarah RI (1945-Sekarang), Nugroho Notosutanto menyebutkan, KSAP meminta penjelasan tentang maksud Bambang Supeno. Pertemuan keduanya berkembang menjadi perdebatan sengit. Beberapa hari kemudian, Bambang Supeno diberhentikan dari segala jabatannya.

Simatupang langsung bergegas menemui Sukarno di Istana Negara, didampingi Menteri Pertahanan, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan KSAD. Menurut Simatupang, terjadilah percakapan yang kemudian berjalan sangat dramatis antara dirinya dan presiden.


Sukarno tak menampik campur tangannya. Dia membenarkan usul Bambang Supeno seraya mengemukakan tekad para panglima daerah yang menghendaki pergantian KSAD. Sebaliknya, Simatupang menentang. Menurutnya, jika dibiasakan hal ini akan terjadi kepada para panglima dengan mengumpulkan tanda tangan di antara para komandan resimen dan seterusnya. Dengan demikian, akan muncul pemimpin militer yang begitu takut akan kedudukannya, sehingga mereka akan melindungi diri dengan menunjukkan loyalitas mutlak kepada presiden.


“Selama saya Kepala Staf Angkatan Perang, saya tidak akan biarkan itu terjadi,” ujar Simatupang.


Sukarno menjawab uraian Simatupang dengan nada marah. “Ik heb je al gesegd je hebt de specialiteit om iemand in de hoek te drukken” (Saya sudah bilang kamu mempunyai kemampuan khusus untuk memojokkan seseorang).


Pembicaraan itu berlangsung dalam suasana panas, sarat emosi, dan tak bersahabat. Pertemuan pun berakhir tanpa solusi.


“Saya sendiri meninggalkan presiden tanpa berjabat tangan, saya hanya memberikan hormat militer belaka,” kenang Simatupang.


Sementara itu, ketegangan di kalangan TNI AD terus bergolak. Muara konflik ini berujung pada Peristiwa 17 Oktober 1952 tatkala militer menuntut pembubaran parlemen. Akibatnya, Nasution dan Simatupang dicopot sebagai KSAD dan KSAP. Apabila Nasution dipulihkan kedudukannya pada 1955, tidak demikian halnya dengan Simatupang.


Simatupang sempat dua kali ditawarkan untuk menjadi duta besar. Namun dia menolak karena tawaran itu tak lebih sebagai bentuk pengasingan dirinya. Dinas aktif militer Simatupang hanya dibatasi selaku penasihat militer di Departemen Pertahanan. Dari rekannya Friderich Silaban yang juga arsitektur untuk proyek mercusuar Sukarno, Simatupang mengetahui, Sukarno telah memupus kesempatan bagi Simatupang untuk memegang suatu jabatan penting dalam pemerintahan.


Dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat, yang dituturkan kepada Cindy Adams, tak sekalipun Sukarno menyebut nama Simatupang. Sedangkan Nasution, meski juga sempat berselisih, Sukarno menyanjungnya sebagai “pembantu yang baik dan loyal.”


Pada 1959, Simatupang dipensiunkan. Selepas pensiun, Simatupang bergiat di dunia gereja dan aktif menerbitkan buku hasil pemikirannya baik dalam bidang militer maupun teologi. Beberapa di antaranya otobiografi di masa revolusi Laporan dari Banaran (1960), Pengantar Ilmu Perang di Indonesia (1969), Pelopor dalam Perang, Pelopor dalam Damai (1981), Iman Kristen dan Pancasila (1984).


Simatupang wafat pada 1 Januari 1990. Namanya kemudian diabadikan menjadi salah satu jalan utama di Jakarta Selatan. Gambarnya juga terdapat dalam uang logam pecahan Rp500 tahun 2016.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Arti penting Natuna menarik perhatian Raja Prancis Charles X. Mengirim ekspedisi untuk mengetahuinya lebih dalam.
Arti penting Natuna menarik perhatian Raja Prancis Charles X. Mengirim ekspedisi untuk mengetahuinya lebih dalam.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini.
Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Berada di antara lempeng Afrika, Eurasia, dan Arabia, Turki jadi salah satu negara yang sering dilanda gempa dahsyat sejak ribuan tahun lampau.
Berada di antara lempeng Afrika, Eurasia, dan Arabia, Turki jadi salah satu negara yang sering dilanda gempa dahsyat sejak ribuan tahun lampau.
transparant.png
bottom of page