- 28 Des 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
TAHI Bonar Simatupang menjadi jenderal pada usia muda. Saat berumur 30, Simatupang mengemban jabatan Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP). Sejak Perang Kemerdekaan, dia telah membuktikan dirinya sebagai perwira intelektual yang brilian. Satu-satunya perwira TNI yang terlibat dalam perundingan dengan Belanda sejak 1946 hingga pengakuan kedaulatan.
“Saya waktu berusia 28 tahun diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Perang, dan waktu Pak Dirman meninggal kemudian, setelah melalui banyak kesulitan, akhirnya diangkat sebagai kepala staf,” kenang Simatupang dalam Percakapan dengan Dr. T.B. Simatupang.
Menjadi jenderal di usia muda dan berasal dari suku Batak yang suka bicara ceplas-ceplos membuat Simatupang tak sungkan mendebat siapa saja. Presiden Sukarno bahkan pernah jadi sasaran kritik Simatupang lantaran gemar mengenakan seragam militer. Simatupang pada suatu pertemuan mengatakan agar presiden tak perlu lagi mengenakan uniform usai Perang Kemerdekaan. Anjuran itu rupanya jadi persoalan antara Simatupang dan Bung Karno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















