top of page

Tenis Meja Adalah Segalanya

Tak hanya berhasil menggapai cita-cita menjadi atlet tenis meja, Rossy mengharumkan nama bangsa lewat tenis meja dan mendapatkan banyak hal darinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rossy Syechabubakar (kiri) saat mengikuti Kejuaraan Veteran Asia Pasifik di Jepang, Desember 2017. Foto: Dok. Rossy Syechabubakar.

4 Apr 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Jul

SEJAK dikenalkan tenis meja oleh ayahnya, Ali Umar Syechabubakar, Rossy Pratiwi Syechabubakar langsung jatuh cinta. Antusiasmenya untuk menjadi atlet nasional terus tumbuh. Berbagai turnamen kampung diikutinya.


Jalan Rossy terbuka lebar begitu bergabung dengan klub PTM (Persatuan Tenis Meja) Sanjaya Gudang Garam, Kediri. Meski harus berpisah dari kedua orangtuanya lantaran mesti tinggal di asrama, Rossy tetap bersemangat menggembleng diri. “Alhamdulillah, orangtua mendukung saya menekuni jadi atlet,” ujarnya kepada Historia.


Dukungan orangtua menjadi modal berharga Rossy untuk membunuh kehidupan monoton selama di klub. “Kita tidak seperti anak-anak yang lain main atau gimana. Kita hanya latihan, belajar (sekolah), latihan,” sambungnya. Saban hari, Rossy hanya latihan pagi jam 5, lalu sekolah sampai jam 1 siang, dan lanjut latihan dari jam 3 sore sampai jam 7 malam.

      Ingin membaca lebih lanjut?

      Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

      bg-gray.jpg
      It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
      bg-gray.jpg
      Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
      bg-gray.jpg
      Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
      bg-gray.jpg
      Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
      Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
      Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
      For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
      For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
      Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
      Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
      Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
      Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
      Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
      Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
      Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
      Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
      transparant.png
      bottom of page