top of page

Kisah Tiga Pilot AURI

Tiga pilot ini dibawa Belanda ke Australia ketika Indonesia diduduki Jepang. Mereka kemudian masuk AURI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kolonel Petrus Gertrudus Otto Noordraven (1921-2011). (Wikimedia Commons).

  • 29 Okt 2022
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 27 Agu

KOLONEL Alex Evert Kawilarang tengah berunding dengan Jenderal Mayor KNIL Schaffelaar di Makassar pada Agustus 1950. Tiba-tiba muncul dua pesawat Bomber B-25 melintas di atas kota dan menembaki kampemen KIS, tangsi KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger), dengan peluru berkaliber 12,7.


“Bagaimana bisa bicara tentang cease fire (gencatan senjata) kalau dua kapal terbang terus menembak?” tanya Schaffelaar. Kawilarang tak hilang akal.


“Penghentian tembak-menembak baru pada waktu mulai cease fire,” kata Kawilarang.


Tak hanya tembak-menembak yang kemudian berhenti, para serdadu KNIL pun dikosongkan dari kota Makassar sehingga Makassar pun damai. Begitu tercatat dalam otobiografi AE Kawilarang: Untuk Sang Merah Putih.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page