top of page

Lief Java dan Ismail Marzuki

Lief Java mengangkat nama Ismail Marzuki sebagai musisi. Sempat dijuluki musikus salon karena menolak tampil di hajatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Divisi keroncong orkes Lief Java, 1936. Ismail Marzuki berdiri keempat dari kanan. (Wikimedia Commons).

  • 16 Nov 2022
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

PADA 1936, ketika masih berusia 17 tahun, Ismail Marzuki bergabung dengan orkes keroncong yang populer di Batavia. Lief Java mempertemukannya dengan musisi-musisi keroncong hebat pada masanya. Perkumpulan ini merupakan kawah candradimuka yang melambungkan banyak nama besar.


Lief Java didirikan oleh Suwardi atau terkenal dengan sebutan Pak Wang pada 1918. Mula-mula orkes keroncong ini bernama Rukun Anggawe Santoso, kemudian berganti nama menjadi Lief Java pada 1923.


Menurut Amir Pasaribu dalam Musik dan Selingkar Wilayahnja, kala itu kombinasi instrumen yang dipakai Lief Java cukup sederhana. Hanya viol (biola), suling, gitar, dan celo.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page