top of page

Living on the Land of Disaster

Liangan was built on land that was hit several times by the eruption of Mount Sindoro. Why did it survive until now?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Liangan Site on the slopes of Mount Sindoro, Temanggung, Central Java. (Risa Herdahita Putri/Historia.ID)

29 Nov 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei 2025

THE story of the disappearance of a village in what is now Liangan hamlet is engraved in the mind of Istiarso, the Liangan Site caretaker. He has heard stories for generations that there was once a village, even a bustling market, in that area before it was buried by a volcanic eruption.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page