- 8 Agu 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
SEPERANGKAT perhiasan berkilau di salah satu kotak etalase Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda. Sumber kerlapnya berasal dari bros emas yang bertakhtakan berlian 75 karat. Selain itu, terdapat pula perkakas berlapis emas dan batu rubi seperti pada kotak tembakau dan pegangan keris. Inilah segelintir harta karun Lombok yang kesohor di negeri Belanda hasil jarahan dari Istana Cakranegara Kerajaan Mataram.
“Barang rampasan ini disebut di Belanda sebagai ‘harta karun Lombok’. Setelah dikirim ke Belanda, lebih dari 500 benda jarahan disimpan di Rijksmuseum Amsterdam. Kumpulan benda ini kemudian dipindahkan oleh Rijksmuseum ke Museum Volkenkunde, yang sekarang menjadi bagian dari Museum Nasional Kebudayaan Dunia,”, situs resmi pemerintah Kerajaan Hindia Belanda pada 12 Mei 2023.
Pada 1894, Pulau Lombok dianeksasi dengan kejam oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda di Batavia. Ribuan pria, wanita, dan anak-anak Lombok tewas dalam aksi militer tentara Kerajaan Hindia Belanda terhadap Kerajaan Mataram Cakranegara itu. Di puri Cakranegara dan di medan perang, KNIL menyita 230 kg emas, 7000 kilogram perak, dan banyak perhiasan serta batu mulia. Menilik sejarahnya, harta karun Lombok “berlumuran darah”.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















