top of page

Memenuhi Ramalan

Pangeran Diponegoro hendak mengembalikan tatanan lama Jawa. Upayanya gagal dan membuka jalan bagi malapetaka yang lebih besar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro dan berakhirnya Perang Jawa karya Raden Saleh. (Wikimedia Commons).

4 Mar 2023
3 menit membaca

DIPONEGORO diperkenalkan ibundanya, Raden Ayu Mangkorowati, kepada Sultan Mangkubumi. Saat itu raja sepuh itu meramalkan cucunya –Raden Mas Surojo, ayah Diponegoro, yang kelak menjadi Sultan Yogyakarta bergelar Hamengkubuwono III– akan mendatangkan kehancuran lebih hebat buat Belanda ketimbang dirinya selama Perang Giyanti (1746–1755).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page