top of page

Menghias Sejarah Tata Rias

Kolonialisme memengaruhi standar kecantikan masyarakat Indonesia. Perkembangan tata rias diwarnai semangat dekolonisasi dan kembali ke kearifan lokal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pameran HYAS: Makeup Through the Ages yang diselenggarakan di SPAC8, ASHTA District 8, Jakarta. (Fickryzoelfi/HYAS: Makeup Through the Ages).

6 Sep
4 menit membaca

PRODUK kecantikan tidak hanya memperindah penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga menyimpan beragam cerita yang menggambarkan cara pandang masyarakat. Tren kecantikan di Indonesia terkait erat dengan kolonialisme.


Penggolongan masyarakat pada zaman Belanda berperan dalam melanggengkan superioritas kulit putih. Golongan Eropa di puncak hierarki tidak hanya memiliki hak istimewa mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan, tetapi juga menguasai pemerintahan dan menyusun kebijakan.


Produk-produk kecantikan yang dipasarkan pun untuk memenuhi kebutuhan orang kulit putih. Misalnya, produk kecantikan yang diproduksi adalah kosmetik untuk rona kulit atau complexion karena kulit yang cerah dan putih menjadi standar ideal kecantikan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
transparant.png
bottom of page