top of page

Mengorek Ngondek

Istilah "ngondek" disebut berasal dari kata "kondektur". Ini penjelasan antropolog yang meneliti kehidupan gay di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tangkapan layar Tinder Swindler versi Indonesia yang diunggah akun @AsbiansaAbi.

16 Mar 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Feb

KATA “ngondek” sempat trending topic setelah akun @malamtanpakata membuat utas soal dirinya yang menjadi korban seorang lelaki. Dia memposting foto lelaki itu yang dia sebut sebagai Tinder Swindler versi Indonesia. Istilah Tinder Swindler merujuk ke judul film dokumenter yang tayang di Netflix. Pelakunya, Simon Leviev yang mengandalkan paras ganteng dan mengaku kaya, telah menguras harta beberapa perempuan.


Kata “ngondek” kemudian muncul setelah warganet melihat video pelaku yang diunggah akun @AsbiansaAbi. Dalam video itu, dia lari dan diteriaki pencuri oleh orang yang juga korbannya. Melihat gerak-geriknya dalam video itu, warganet pun menyebutnya “ngondek”.


Kata “ngondek” belum ada dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Saya menemukan kata “ngondhek” dalam Kamus Bahasa Madura-Indonesia karya Asis Safioedin yang artinya “menggoyang”. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page