top of page

Mengurai Nenek Moyang Ayu Utami Via DNA

DNA apa saja yang berdiam di tubuh novelis Ayu Utami?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Justina Ayu Utami punya DNA nenek moyang yang tersebar antara Asia Timur, hingga Asia Selatan (Foto: Fernando Randy/HISTORIA)

30 Okt 2019
5 menit membaca

Diperbarui: 5 hari yang lalu

JUSTINA Ayu Utami. Meski lahir dari orangtua asal Jawa, ia lahir dan tumbuh di lingkungan yang dominan orang Sunda. Maka perempuan kelahiran Bogor, 21 November 1968 itu pun kadang ia tak luput dari perundungan.


“Sebagai orang Jawa, ya pernah sih saya di-bully. Karena saya tinggalnya di Bogor, kan daerah (orang) Sunda ya. Biasa pulang sekolah lewat di satu komplek perumahan yang dominan orang Sunda, suka dikatain: Jawa lu! Jawa kowek,” kata Ayu mengenang.


Namun, Ayu jarang memasukkan perundungan itu ke dalam hati. Baginya, perundungan yang diterimanya tak separah yang diterima banyak temannya dari etnis Tionghoa maupun Arab.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page