SELAIN sebagai tokoh pejuang Angkatan ‘45, Adam Malik juga dikenal sebagai tokoh pers, diplomat, dan wakil presiden periode 1978–1983. Tetapi, tak banyak yang tahu bahwa Adam Malik merupakan kolektor seni yang loyal. Ketika Museum Seni Rupa dan Keramik berdiri setengah abad silam, fondasi awalnya berasal dari koleksi Adam Malik.
“Beliau menghibahkan koleksi lukisan dan koleksi keramik kepada Museum Seni Rupa dan Keramik. Ada lebih dari 50 lukisan dan lebih dari 50 keramik yang dihibahkan Bapak Adam Malik kepada Museum Seni Rupa dan Keramik,” kata Sri Kusumawati, kepala Unit Pengelola Museum Seni Jakarta, dalam seminar kuratorial “The Adam Malik Collection: 50 Tahun Museum Seni Rupa dan Keramik” di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, 20 Agustus 2026.
Sebelum menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik, museum ini bernama Balai Seni Rupa Jakarta, yang merupakan tonggak penting dalam sejarah seni rupa Indonesia. Ia menjadi galeri seni rupa pertama untuk publik dengan koleksi berstandar nasional, jauh sebelum hadirnya Galeri Nasional. Balai Seni Rupa Jakarta dibuka pada 20 Agustus 1976 dengan 50 koleksi lukisan langka yang dikenal sebagai Koleksi Adam Malik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















