top of page

Naskah Pegon Tertua di Jawa

Naskah kuno berisi riwayat para nabi ini dibuat ketika Majapahit masih berjaya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Naskah pegon tertua di Jawa. (Dok. Masyhudi Muhtar).

  • 16 Apr 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 13 Jun

SEBUAH naskah kuno Islam dari masa keemasan Majapahit ditemukan. Naskah ini ditulis dengan huruf Arab dalam bahasa Jawa atau disebut pegon. Berdasarkan angka tahun yang terbaca di dalamnya, diduga naskah ini ditulis pada 1347 Masehi. Naskah ini sekaligus menjadi naskah pegon tertua di Jawa sejauh ini. Isinya tentang sejarah para nabi dan ajaran tasawuf dalam bentuk tembang.


“Naskah ini dimiliki seorang kolektor, katanya ditemukan di NTB (Nusa Tenggara Barat). Ternyata, menurut beberapa info dan beberapa temuan lain, ada upaya membawa naskah ini ke luar negeri. Saya berterima kasih kepada kolektor yang membawa naskah ini ke Salatiga,” kata Masyhudi Muhtar, peneliti bidang arkeologi Islam di Balai Arkeologi Yogyakarta, dalam diskusi daring berjudul “Beberapa Jejak Peradaban Asing di Jawa”, Kamis, 15 April 2021.


Saat ditemukan oleh tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2019, naskah ini dalam kondisi kurang terawat. Naskah berbahan daluwang ini disimpan di dalam kotak kayu yang di dalamnya terdapat botol berisi minyak. Bahan daluwang dibuat dari kulit kayu atau serat tanaman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
transparant.png
bottom of page