top of page

Menuju Kepunahan Mamalia Terbesar

Perburuan ikan paus terus terjadi untuk kebutuhan industri yang memanfaatkan tubuh dan bagian-bagian ikan paus. Ikan paus pun terancam punah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Litografi menangkap ikan paus karya E. Duncan, 1835. (State Library of New South Wales/Wikimedia Commons).

  • 19 Jun 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 23 Mei

DI perahu pertama yang berlayar mencari ikan paus, para pemburu berteriak: “Baleo..! Baleo..! Baleo..!” Teriakan itu pertanda kawanan koteklema atau paus sperma (catodon macrocephalus) menampakkan diri. Yang lainnya pun siap beraksi. 


Perburuan paus dilakukan masyarakat Lamalera di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur sejak lama. Dokumen Portugis pernah mencatatnya pada 1624 –dan empat abad kemudian masih berlangsung. Tradisi serupa juga dilakukan masyarakat adat di belahan bumi lainnya. Dan mereka melakukannya secara arif, tak berlebihan dan paus yang diburunya pun bukan jenis langka.  


Ancaman sebenarnya justru datang dari industri yang memanfaatkan tubuh dan bagian ikan paus. Mereka tak henti memburu mamalia terbesar sejagat ini. Beberapa jenis ikan paus pun terancam punah. Padahal, paus berperan dalam menjaga ekosistem laut. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sjahrir-Amir Sjarifoeddin memburu para oposannya. Sukarno pinjamkan mobil dan beri sangu untuk menangkap Tan Malaka dan kawan-kawannya.
bg-gray.jpg
Tan Malaka tampil pertama kali untuk menghimpun kekuatan dalam Persatuan Perjuangan. Oposisi Tan Malaka berhasil menjatuhkan Kabinet Sutan Sjahrir, namun hanya kemenangan semu.
bg-gray.jpg
Sutan Sjahrir menemui Tan Malaka untuk bekerja sama. Namun, dua tokoh Minang ini tak sejalan dalam perjuangan. Sjahrir memilih diplomasi membuat Tan Malaka oposisi.
bg-gray.jpg
Pohon ini punya narasi mitos bisa menurunkan hujan. Menarik berbagai pemerintah kolonial Eropa untuk mendapatkan dan memperkenalkan tanaman ini ke berbagai negeri jajahan.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Di mana pun dan kapan pun manusia butuh mendengarkan musik. Beragam perangkat yang kini tersedia memungkinkannya.
Di mana pun dan kapan pun manusia butuh mendengarkan musik. Beragam perangkat yang kini tersedia memungkinkannya.
transparant.png
bottom of page