top of page

Menuturkan Sejarah Jakarta Lewat Furnitur

Beragam kisah tersimpan dalam sebuah furnitur. Tak hanya tentang material yang digunakan, tetapi juga siapa dan bagaimana kehidupan pemiliknya di masa lalu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pameran temporer "Furnitur Bertutur" di Museum Sejarah Jakarta, 14 Oktober sampai 27 Desember 2024. (Amanda Rachmadita/Historia.ID).

14 Okt 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Jan

SEBUAH benda tak hanya memiliki nilai fungsional atau kegunaan tetapi juga mengandung banyak kisah, terlebih bila benda tersebut telah dibuat sejak ratusan tahun silam. Hal inilah yang hendak dikesplorasi dalam pameran temporer bertajuk “Furnitur Bertutur” yang diselenggarakan di Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page