Diperbarui: 13 Agu
GONJANG-ganjing terjadi dalam TNI AD setelah keberadaan pucuk pimpinan Menteri/Panglima AD (Menpangad) Letjen TNI Ahmad Yani tak diketahui. Kabar hilangnya Yani berdekatan dengan mengudaranya siaran pagi RRI pada 1 Oktober 1965. Saat itu, RRI memberitakan tentang adanya kudeta Dewan Jenderal dan pengumuman Dewan Revolusi. Berita simpang siur tadi bikin yang mendengar bingung kelimpungan, tak terkecuali pihak Istana.
Pada tengah hari, Presiden Sukarno segera mengumpulkan semua petinggi TNI lintas angkatan. Masukan dari sana-sini menghasilkan sejumlah nama. Satu persatu kandidat ditelaah oleh Bung Karno. Siapa yang pantas menggantikan Yani?
Menteri Panglima Angkatan Udara, Marsekal Omar Dani menyebutkan satu nama. “Moersjid, Pak,” katanya kepada Bung Karno dituturkan dalam Pledoi Omar Dani: Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran, dan Tanganku yang disusun Benedicta Surodjo dan J.M.V. Soeparno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












