top of page

Moersjid, Jenderal Pemarah yang Disegani Sukarno

Dikenal memiliki perilaku apa adanya, Moersjid merupakan salah seorang jenderal terpenting di akhir kekuasaan Presiden Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno bersama Mayor Jenderal TNI Moersjid. (Dok. Keluarga Moersjid/Historia.ID).

3 Okt 2018
5 menit membaca

Diperbarui: 13 Agu

GONJANG-ganjing terjadi dalam TNI AD setelah keberadaan pucuk pimpinan Menteri/Panglima AD (Menpangad) Letjen TNI Ahmad Yani tak diketahui. Kabar hilangnya Yani berdekatan dengan mengudaranya siaran pagi RRI pada 1 Oktober 1965. Saat itu, RRI memberitakan tentang adanya kudeta Dewan Jenderal dan pengumuman Dewan Revolusi. Berita simpang siur tadi bikin yang mendengar bingung kelimpungan, tak terkecuali pihak Istana.


Pada tengah hari, Presiden Sukarno segera mengumpulkan semua petinggi TNI lintas angkatan. Masukan dari sana-sini menghasilkan sejumlah nama. Satu persatu kandidat ditelaah oleh Bung Karno. Siapa yang pantas menggantikan Yani?


Menteri Panglima Angkatan Udara, Marsekal Omar Dani menyebutkan satu nama. “Moersjid, Pak,” katanya kepada Bung Karno dituturkan dalam Pledoi Omar Dani: Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran, dan Tanganku yang disusun Benedicta Surodjo dan J.M.V. Soeparno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page