top of page

Motif di Balik Pembangunan Candi Borobudur

Borobudur dibangun saat kebangkitan ajaran Buddha. Selain karena agama, juga ada motif politik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan karya G.B. Hooijer yang dibuat sekira 1916—1919, merekonstruksi suasana di Borobudur pada masa jayanya. (Wikipedia).

28 Nov 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 18 Jul

NEGERI Jawa dulu pasti punya sumber daya manusia yang melimpah untuk mengangkut, menyusun, dan memahat batu dengan terampil. Sumber daya pertanian berkecukupan untuk menyediakan pangan bagi para pekerja. Mereka juga pasti memiliki institusi yang terorganisir untuk mengawal pembangunan ambisius seperti Candi Borobudur.


Melihat candi megah di Magelang, Jawa Tengah itu, terbayang kondisi ekonomi Jawa pada masanya telah surplus. Sehingga bisa membiayai pembangunan yang begitu besar bahkan tak memberi keuntungan ekonomi langsung. Lalu apa motivasi di balik pembangunan Candi Borobudur?


Ide Borobudur

John Miksic, peneliti dari Southeast Asian Studies Department, National University of Singapore dalam Borobudur: Golden Tales of the Buddhas, menjelaskan Candi Borobudur lahir ketika agama Buddha tidak dalam keadaan tenang dan stabil. Sebaliknya, masa itu adalah periode kebangkitan intelektual yang intens.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page