- 10 Agu 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 1 Mei
BAGI Ali Moertopo, Irian Barat bukanlah medan tempur yang asing. Pada saat Operasi Mandala berkecamuk, dia pernah ditugaskan sebagai perwira telik sandi di sana. Saat itu, Ali masih berpangkat mayor dan menjadi asisten Mayjen TNI Soeharto, panglima Komando Mandala, untuk operasi intelijen.
Pada Mei 1967, Brigjen Ali Moertopo kembali bertugas di Irian Barat. Misi Operasi Khusus (Opsus) kali ini dalam rangka memenangkan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua (nama lama Irian Barat). Tak hanya tentara, cendekiawan dari kalangan sipil ikut ambil bagian dalam rencana operasi.
“Kita tidak bisa membiarkan presiden kehilangan Irian Barat,” kata Ali Moertopo kepada stafnya Jusuf Wanandi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















