top of page

Nahum Situmorang, Raja Senandung Orang Batak

Pencipta lagu pop Batak legendaris sepanjang masa. Mengawali kiprahnya sebagai finalis sayembara lagu kebangsaan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nahum Situmorang muda. (Repro Koleksi 120 Lagu Nahum Situmorang: Disertai Narasi Kisah yang Melatarinya).

28 Okt 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 14 Feb

SETIAP warga Indonesia tentu tahu lagu kebangsaan Indonesia berjudul Indonesia Raya. Lagu tersebut diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dalam perhelatan akbar kongres Sumpah Pemuda. Begitu kesohornya karya Supratman itu hingga hari kelahirannya, 9 Maret diperingati sebagai hari musik nasional.


Namun, tidak banyak diketahui bahwa lagu kebangsaan Indonesia terpilih lewat sayembara. Dalam sayembara tersebut, muncul berbagai karya lagu para peserta sayembara dari berbagai kalangan. Lagu peringkat kedua karya Nahum Situmorang sama sekali terabaikan dari ingatan kolektif maupun narasi sejarah.


“Tak banyak yang tahu bahwa pilihan kedua adalah lagu ciptaan Nahum Situmorang (1908-1969), pencipta lagu Batak Toba yang paling prolifik dan terkenal,” kata Julia Byl, etnomusikolog University of Michigan dalam Anthiponal Histories: Resonant Past in the Toba Batak Musical Present.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page