top of page

Napoleon yang Sarat Dramatisasi

Sineas Ridley Scott mengemas sepakterjang Napoleon Bonaparte dengan dramatisasi berlebihan. Sengitnya pertempuran Austerlitz dan Waterloo bak cerita sampingan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ketokohan Napoleon Bonaparte yang kembali diangkat ke layar perak dengan kemasan epik bertajuk "Napoleon" (Sony Pictures)

31 Jan 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

DI tendanya yang terletak di padang pasir dekat Kairo, Mesir, Jenderal Napoleon Bonaparte (diperankan Joaquin Phoenix) makan siang dengan lahap beberapa waktu pasca-Pertempuran Piramida (21 Juli 1789). Sang adik Lucien Bonaparte (Matthew Needham) turut menemani di hadapannya.


“Apakah ada batasan dari hal yang mestinya aku katakan padamu?” ujar Lucien.


“Seharusnya tidak ada,” jawab Napoleon.


Lucien pun memberanikan diri membongkar rahasia bahwa Joséphine (Vanessa Kirby), istri Napoleon, main serong dengan seorang perwira muda Hippolyte Charles (Jannis Niewöhner). Napoleon pun langsung menatap nanar dan selera makannya hilang mendengar kabar tak sedap itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page