top of page

Nonton Film Porno Tempo Dulu

Geliat industri pornografi di Indonesia dari masa ke masa. Dulu tempat pemutaran film esek-esek saja yang digerebek, tapi sekarang sudah ada rumah produksinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Adegan erotis dalam poster film "Kenikmatan Tabu" (1994). (M.A. Yusuf/Historia.ID).

26 Sep 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

KELURAHAN Srengseng Sawah di Jagakarsa, Jakarta Selatan terkenal dengan tempat wisata Perkampungan Betawi Setu Babakan. Namun, beberapa pekan belakangan ini, warga Srengseng dihebohkan oleh kasus penggerebekan rumah produksi film porno. Hendaru Tri Hanggoro adalah salah satu warga Srengseng Sawah yang turut kaget atas pemberitaan menyangkut lingkungan tempat tinggalnya itu. Rumah yang digerebek hanya berjarak 1 km dari kediamannya.


“Enggak tahu [ada studio film porno]. Gua biasa lewat depan rumah itu. Kebetulan itu rumah kan kayak rumah toko gitu. Di pinggir jalan pula. Jadi ya, biasa aja ngelewatinnya. Engga pernah ada aktivitas syuting film,” tutur Hendaru kepada Historia.ID.


Tim Patroli Siber Polda Metro Jaya, dikutip dari, mengungkap rumah produksi Karya Bintang Studio (KBS) difungsikan sebagai studio pembuatan film porno di Jalan Raya Srengseng Sawah. Rumah produksi ini telah beroperasi sejak 2022 dan menghasilkan sekitar 120 film yang ditayangkan di tiga situs daring berbayar. Keuntungan yang diraup ditaksir berjumlah 500 juta rupiah. Beberapa pemerannya melibatkan artis dari kalangan selebgram.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page