top of page

Ratna Assan, Perempuan Indonesia Pertama Tampil di Majalah Playboy

Ratna Assan, si cantik berdarah Indonesia yang menembus Hollywood. Bakat seni dan paras aduhai membuatnya populer namun meredup dalam waktu singkat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ratna Assan dalam sesi wawancara dengan Wimar Witoelar. (Dok. Wimar Witoelar).

24 Agu 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

“SAYA baru bertemu dengan wanita tercantik yang pernah saya lihat,” kenang Wimar Witoelar.


Wimar terdiam sejenak. Matanya menengadah ke atas seakan membayangkan kembali perjumpaan dengan Ratna Assan. “Cantik!” serunya lagi. “Dibandingkan dengan orang kulit putih, kulitnya cenderung gelap tapi kalau dibandingkan dengan orang Indonesia lebih putih.” Tawa pun menggelak dari pria yang kini berusia 72 tahun itu.


Pada dekade 1990-an, Wimar dikenal sebagai pemandu acara talkshow yang kondang dan pernah menjadi juru bicara kepresidenan era Abdurrahman Wahid. Kepada Historia, Wimar menuturkan pengalamannya mewawancarai Ratna yang tengah di puncak popularitas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page