top of page

Okra Menjalin Kerjasama Budaya

Organisasi kebudayaan Partai Murba ini terlibat dalam aksi ganyang Manikebu dan Malaysia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Konferensi Karyawan Pengarang se-Indonesia di Jakarta, 1-7 Maret 1964. Kiri ke kanan: Nugroho Notosusanto, Trisnojuwono, Idrus Ismail, dan Toto Sudarto Bachtiar. (Repro Prahara Budaya).

20 Des 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 21 Nov 2025

PARTAI Murba memiliki organisasi kebudayaan bernama Organisasi Kebudayaan Rakyat (Okra). Tak ada informasi yang menyebut tentang kelahiran ormas ini, aktivitas, dan tokoh-tokohnya. Sejarawan Harry A. Poeze juga tak mengulasnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page