top of page

Para Ekonom Perintis Selain Margono

Margono Djojohadikusumo bukan satu-satunya kaum pergerakan di bidang ekonomi. Ada banyak nama yang membangun perusahaan di era pergerakan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dwidjosewojo (tengah) bersama dua rekannya sesama pendiri OL Mij PGHB, asuransi jiwa pertama untuk anak negeri. (Repro Dwidjosewojo 1867–1943: Tokoh Pergerakan Nasional Pendiri Bumiputera 1912).

13 Nov 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

ORANG yang menjadi ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pertama adalah Raden Mas Margono Djojohadikusomo (1894-1978), kakek dari Presiden Prabowo Subianto. Dialah yang kemudian mengerjakan persiapan pembentukan Bank Sentral (Bank Sirkulasi) Negara Indonesia pada 16 September 1945. Lewat Perppu Nomor 2 tahun 1946 yang terbit pada 15 Juli 1946, berdirilah Bank Negara Indonesia (BNI) dan Margono ditunjuk menjadi direktur utamanya. Namun belakangan, BNI tak menjadi bank sentral, melainkan Bank Indonesia yang terusan dari De Javasche Bank.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page