EMPAT perusahaan asuransi Indonesia terbelit masalah pada Januari 2020. Jiwasraya, Asabri, Taspen, dan AJB Bumiputera 1912. Tiga milik negara, satu lainnya kepemilikan bersama (mutual) di antara para pemegang polis. Masalah ketiganya berbeda. Dugaan kasus korupsi pada Jiwasraya dan Asabri, kejanggalan di Taspen, dan pembengkakan klaim dalam AJB Bumiputera 1912. Masalah-masalah termaksud mencederai kepercayaan khalayak pada asuransi. Juga melenceng dari apa yang dicita-citakan oleh Dwidjosewojo, Bapak Asuransi Indonesia.
Dwidjosewojo memulai pembentukan usaha asuransi untuk orang Indonesia pada 12 Februari 1912 melalui Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB (Perserikatan Goeroe Hindia Belanda), atau disingkat OL Mij PGHB, cikal bakal AJB Bumiputera 1912. Anggotanya sebermula berasal dari guru-guru anak negeri.
"Asuransi itu dibentuk agar kebutuhan ekonomi para guru anggota PGHB terbantu, terutama menyangkut dana pensiun," kata Ari Kurniasari, sarjana sejarah lulusan Universitas Indonesia yang pernah meneliti sejarah asuransi di Hindia Belanda pada kurun 1912–1933.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















