top of page

Menggadai Barang Sepanjang Zaman

Muncul dari aktivitas perdagangan kaum Tionghoa, pegadaian menjadi tempat darurat meminjam uang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rumah gadai di Surakarta pada 1910-an. (digitalcollections.universiteitleiden.nl).

2 Mar 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei 2025

FREDDY Dharmawan, dosen muda di universitas swasta, sumringah. Hari itu laptopnya yang digadai selama enam bulan, sudah bisa ditebus. Selama masa pandemi, upahnya berkurang drastis. Dia harus menggadai sejumlah barang untuk mendapatkan dana segar. “Sudah sering bolak-balik ke sini,” katanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page