FREDDY Dharmawan, dosen muda di universitas swasta, sumringah. Hari itu laptopnya yang digadai selama enam bulan, sudah bisa ditebus. Selama masa pandemi, upahnya berkurang drastis. Dia harus menggadai sejumlah barang untuk mendapatkan dana segar. “Sudah sering bolak-balik ke sini,” katanya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.