top of page

Paris Palsu di Masa Perang Dunia I

Prancis membangun Paris palsu untuk mengelabui pilot Jerman di masa Perang Dunia I. Efektifkah?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sejumlah orang beraktivitas di dekat kawah yang terbentuk akibat serangan udara Jerman di sebuah jalan di kota Paris pada 1917. (Willy John Abbot/Wikimedia Commons).

11 Nov 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 27 Mei

SEBELUM Perang Dunia I pecah, orang-orang Prancis begitu terpesona dengan pesawat terbang. Menyaksikan burung besi saling melintasi langit Paris menjadi hiburan yang begitu diminati para penduduk saat itu.


Namun, perang menyadarkan orang Prancis bahwa pesawat terbang tak hanya memberi kesenangan dan hiburan tetapi juga dapat menyebabkan kematian serta kehancuran. Sebab, ketika perang tengah berkecamuk, pesawat-pesawat Jerman terbang di atas negara itu untuk melancarkan serangan udara yang menyebabkan kehancuran pusat-pusat bisnis dan area permukiman di wilayah Prancis.


Serangan udara yang dilancarkan Jerman membuat pihak Prancis harus memutar otak untuk mencegah kerusakan dan kematian yang lebih besar di antara penduduk sipil. Salah satu gagasan yang muncul adalah membuat sebuah kota palsu sebagai kamuflase untuk mengelabui musuh.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
transparant.png
bottom of page