top of page

Kisah Kampung Jawa di Paris

Kampung Jawa menjadi daya tarik utama dalam pameran kolonial dunia di Paris. Di balik kesuksesannya, orang-orang Hindia dalam pameran ini mendapat perlakuan buruk.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kampung Jawa dalam Pameran Dunia di Paris, Prancis. (Harry A. Poeze, Di Negeri Para Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda, 1600-1950).

5 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

SEBUAH bangunan luas yang dikeliling pagar bambu menarik perhatian pengunjung pameran kolonial dunia yang diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1889. Di depan pintu masuk, sebuah papan besar berwarna putih bertuliskan “Kampong (Village) Javanais” atau Kampung Jawa.


Menurut Le courrier de la Meuse, 4 Juni 1889, meski kampung itu tak terlalu besar –hanya sekitar dua puluh rumah dan enam puluh penduduk–, tetapi merupakan salah satu bagian yang paling menarik dan indah dari pameran ini.


“Di sini, seratus meter dari Palais-Bourbon dan Champs-Elysees, pria, wanita, dan anak-anak telah didatangkan, dan bahasa, pekerjaan, serta pola makan mereka masih sama persis dengan yang ada di kampung halamannya, sebelum mereka melakukan perjalanan sejauh tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh lima kilometer yang memisahkan mereka dari Pameran Dunia,” tulis surat kabar berbahasa Prancis itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
SUMPAH, tidak ada hubungannya antara ‘bebek’ dengan ‘kartu-truf’. Kendati begitu, apa boleh buat, sudah suratan rupanya, bahwa di Amerika...
SUMPAH, tidak ada hubungannya antara ‘bebek’ dengan ‘kartu-truf’. Kendati begitu, apa boleh buat, sudah suratan rupanya, bahwa di Amerika...
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Apa yang perlu dipelajari dari sejarah hubungan Amerika Serikat dengan Indonesia?
Apa yang perlu dipelajari dari sejarah hubungan Amerika Serikat dengan Indonesia?
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
 Mick dan Michael Schumacher memperpanjang daftar ayah-anak yang menjadi pembalap di F1.
Mick dan Michael Schumacher memperpanjang daftar ayah-anak yang menjadi pembalap di F1.
transparant.png
bottom of page