top of page

Pemberontakan Korea di Tanah Jawa

Ribuan pemuda Korea dikirim ke Indonesia sebagai penjaga tawanan perang Jepang. Ratusan dari mereka terlibat insiden berdarah di Ambarawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para serdadu Jepang asal Korea di Jawa. (Dok. DPRD Kabupaten Jember).

21 Agu 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Feb

FOTO tua itu seolah berbicara banyak. Tigabelas pemuda Asia Timur berpakaian serdadu Jepang berpose menghadap kamera. Salah satu di antara mereka nampak tengah memangku seekor anjing kecil. Tak banyak yang tahu, jika sejatinya para tentara tersebut bukanlah orang-orang Jepang.


“Mereka adalah pemuda Korea yang dikirim oleh militer Jepang ke Jawa pada 1942,” ungkap Rostineu, pemerhati sejarah Korea dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.


Alkisah, pada Mei 1942 militer Jepang memobilisasi 3.223 pemuda Korea ke wilayah Asia Tenggara. Sebagian besar dari mereka ditugaskan sebagai gunsok (pembantu tentara Jepang) di Burma, Malaya, Singapura, Filipina dan Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page