- 9 Des 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 24 Jul
SINGAPURA menominasikan kebaya untuk dimasukkan ke dalam Representative List of the Intangible UNESCO. Tiga negara lain, yakni Brunei, Malaysia, dan Thailand, juga bergabung dalam penominasian tersebut sehingga dikatakan nominasi multinasional. Ini merupakan hal pertama bagi Singapura untuk mengajukan nominasi multinasional ke UNESCO. Nominasi multinasional juga menyajikan kesempatan bagi negara-negara untuk mempromosikan dan merayakan warisan budaya yang ditemukan di kawasan bersama untuk saling pengertian, promosi, dan kerjasama internasional antarnegara.
“Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand sepakat untuk bekerja sama dalam hal ini nominasi multinasional karena kebaya mewakili dan merayakan sejarah bersama yang kaya di kawasan ini, mempromosikan pemahaman lintas budaya, terus hadir dan diproduksi secara aktif serta dikenakan oleh banyak komunitas di seluruh Asia Tenggara,” demikian bunyi siaran pers National Heritage Board (NHB) pada 23 November 2022.
Gagasan pencalonan kebaya multinasional diusulkan dan dikoordinir oleh Malaysia dan dibahas sebagai bagian dari rangkaian rapat kerja antara beberapa negara pada tahun 2022. Keempat negara peserta nominasi multinasional ini menyambut negara lain untuk bergabung dengan pencalonan kebaya ke UNESCO. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada tanda-tanda Indonesia akan bergabung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















