top of page

Pemilihan Ratu Kebaya di Singapura

Kontes Ratu Kebaya di Singapura dengan standar penilaiannya merujuk pada gaya kebaya dan sanggul perempuan Indonesia

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kontestan pemilihan Ratu Kebaya 1956 oleh fotografer S Sukar (instagram.com/kebaya.societe)

9 Des 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

SINGAPURA menominasikan kebaya untuk dimasukkan ke dalam Representative List of the Intangible UNESCO. Tiga negara lain, yakni Brunei, Malaysia, dan Thailand, juga bergabung dalam penominasian tersebut sehingga dikatakan nominasi multinasional. Ini merupakan hal pertama bagi Singapura untuk mengajukan nominasi multinasional ke UNESCO. Nominasi multinasional juga menyajikan kesempatan bagi negara-negara untuk mempromosikan dan merayakan warisan budaya yang ditemukan di kawasan bersama untuk saling pengertian, promosi, dan kerjasama internasional antarnegara.


“Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand sepakat untuk bekerja sama dalam hal ini nominasi multinasional karena kebaya mewakili dan merayakan sejarah bersama yang kaya di kawasan ini, mempromosikan pemahaman lintas budaya, terus hadir dan diproduksi secara aktif serta dikenakan oleh banyak komunitas di seluruh Asia Tenggara,” demikian bunyi siaran pers National Heritage Board (NHB) pada 23 November 2022.


Gagasan pencalonan kebaya multinasional diusulkan dan dikoordinir oleh Malaysia dan dibahas sebagai bagian dari rangkaian rapat kerja antara beberapa negara pada tahun 2022. Keempat negara peserta nominasi multinasional ini menyambut negara lain untuk bergabung dengan pencalonan kebaya ke UNESCO. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada tanda-tanda Indonesia akan bergabung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page