top of page

Penerjemahan Al-Qur’an di Cina

Menghormati ajaran dan kitab suci umat Islam, nonmuslim dan Yahudi ini menerjemahkan Al-Qur’an di Cina.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Terjemahan Ji Juemi terhadap tiga surat terakhir dalam Al-Qur'an: Al-Ikhlaas, Al-Falaq, dan An-Naas. Dibaca dari atas ke bawah, mulai dari kanan. (blog.sina.com.cn/moosamamabin).

27 Okt 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Apr 2025

KENDATI Islam masuk ke Cina sejak era Dinasti Tang (618-907), Al-Qur’an baru diterjemahkan dalam bahasa Mandarin utuh 30 juz pada masa Kuomintang berkuasa. Penyebabnya, menurut Prof. Yahya Lin Song (1930-2015) dalam Gulanjing zai Zhongguo (Al-Qur’an di Cina, 2007), karena para cendekiawan muslim di Cina merasa “takut merusak makna asli yang dimaksud Kalamullah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page