top of page

Penganiayaan Berat Aktivis Mahasiswa Zainal Zakse

Seperti Arief Rahman Hakim, Zainal Zakse juga korban dalam aksi unjuk rasa mahasiswa yang menentang rezim Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Aksi pelajar dan mahasiswa menentang Sukarno, Oktober 1966. (Nationaal Archief).

21 Des 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 4 Jan

TUBUH Zainal Zakse rebah di tanah. Luka-luka tusukan bayonet tentara menghujam wajahnya. Dia menjadi salah satu korban kerusuhan dalam demonstrasi mahasiswa pada 3 Oktober 1966. Saat itu, Zakse bertugas sebagai wartawan harian KAMI yang meliput jalannya unjuk rasa. “62 korban demonstrasi di depan Istana,” lansir harian Angkatan Bersendjata (AB), 4 Oktober 1966.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page