top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Zainal Zakse, Aktivis yang Melankolis

Pernah pukul orang, ditangkap polisi, hingga masuk penjara. Kendati temperamental, di mata Soe Hok Gie, Zainal Zakse adalah sosok yang perasa dan melankolis.

Oleh :
Historia
6 Jan 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Unjuk rasa pelajar, mahasiswa, dan pemuda anti pemerintahan Sukarno pada 1966. (Nationaal Archief).

Diperbarui: 4 Jan

PERNAH terjadi insiden pemukulan dalam Konferensi Karyawan Pengarang se-Indonesia (KKPI). Orang sial yang kena pukul adalah Bokor Hutasuhut, panitia konferensi yang menjabat Sekretaris Jenderal KKPI. Pelaku pemukulan Zainal Zakse, seorang aktivis mahasiswa dari jurusan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Zakse merasa Bokor banyak melakukan kecurangan. Selama konferensi, protes Zakse dan kawan-kawan tidak mendapat tanggapan panitia. KKPI diselenggarakan pada 1-7 Maret 1964.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page