top of page

Zainal Zakse, Aktivis yang Melankolis

Pernah pukul orang, ditangkap polisi, hingga masuk penjara. Kendati temperamental, di mata Soe Hok Gie, Zainal Zakse adalah sosok yang perasa dan melankolis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Unjuk rasa pelajar, mahasiswa, dan pemuda anti pemerintahan Sukarno pada 1966. (Nationaal Archief).

6 Jan 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Jan

PERNAH terjadi insiden pemukulan dalam Konferensi Karyawan Pengarang se-Indonesia (KKPI). Orang sial yang kena pukul adalah Bokor Hutasuhut, panitia konferensi yang menjabat Sekretaris Jenderal KKPI. Pelaku pemukulan Zainal Zakse, seorang aktivis mahasiswa dari jurusan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Zakse merasa Bokor banyak melakukan kecurangan. Selama konferensi, protes Zakse dan kawan-kawan tidak mendapat tanggapan panitia. KKPI diselenggarakan pada 1-7 Maret 1964.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page