- 13 Mei 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
PULUHAN perahu nelayan beraneka motif dan warna mengarungi Laut Muncar. Di sebuah lokasi berair tenang di Plawangan, iring-iringan perahu berhenti. Dengan dipimpin sesepuh nelayan, githik (perahu kecil) berisikan berbagai sesaji dan hasil bumi dilarung ke tengah laut.
Para nelayan sontak menceburkan diri ke laut, berebut mendapatkan sesaji. Ada juga yang menyiramkan air yang dilewati sesaji ke seluruh badan perahu. Mereka percaya air ini menjadi pembersih malapetaka sekaligus limpahan berkah ketika melaut nanti.
Dari Plawangan, iring-iringan perahu bergerak menuju Tanjung Sembulungan yang terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Di tempat ini nelayan kembali melarung sesaji untuk penunggu Tanjung Sembulungan. Setelah itu ritual dilanjutkan ziarah ke makam Sayid Yusuf, orang pertama yang diyakini membuka lokasi Tanjung Sembulungan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















