top of page

Penunggang Pajak

Dirjen Pajak menyebut pamer harta memberi stigma negatif. Dalam sejarahnya, pajak merupakan stigma kolonial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengendarai moge klub Belasting Rijder DJP. (bisnis.com).

26 Feb 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Mar

DALAM pernyataan resmi terkait kasus penganiayaan David oleh Mario Dandy Satrio, anak pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo, Dirjen Pajak Suryo Utomo mengecam segala tindak kekerasan maupun gaya hidup mewah dan sikap pamer harta yang dilakukan oleh pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan keluarganya. Hal itu dapat menggerus tingkat kepercayaan terhadap integritas institusi dan memberi stigma negatif terhadap seluruh jajaran DJP yang berjumlah lebih dari 45 ribu pegawai.


Kecaman Suryo itu ditujukan kepada Dandy, anak pejabat pajak kaya raya, yang suka pamer harta dengan mengendarai mobil Rubicon dan motor gede Harley Davidson. Ironisnya, media menemukan jejak digital Suryo Utomo tengah mengendarai motor gede bersama klub Belasting Rijder DJP, yaitu komunitas pegawai pajak yang suka naik motor besar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page