top of page

Peristiwa Tanjung Priok: Darah Pun Mengalir di Utara Jakarta

Ratusan orang tewas disiram peluru tentara di kawasan Tanjung Priok. Bermula dari isu politik hingga pelecehan agama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ranpur ABRI tengah berjaga di Tanjungpriok usai kerusuhan. (Repro Sinar Harapan).

  • 13 Sep 2018
  • 4 menit membaca

ZULKARNAIN masih ingat peristiwa berdarah 34 tahun lalu itu. Sebagai anak umur sembilan tahun, dirinya merasa aneh dan takut ketika kawasan Jalan Yos Soedarso dipenuhi truk-truk tentara dan mobil-mobil pemadam kebakaran malam itu. Bau anyir darah serasa menusuk hidung bersanding dengan bunyi teriakan para serdadu dan polisi mengusir orang-orang untuk menghindari kawasan tersebut.


“Kebetulan saya dan bapak habis beli sepatu dan lewat daerah itu ketika mau pulang ke Cilincing,” ujar lelaki berdarah Sumbawa itu.


Nasib Zulkarnain dan bapaknya tentu saja jauh lebih bagus dibanding Wasjan bin Sukarna (saat kejadian berlangsung berumur 32 tahun). Pengemudi mesin pengangkut barang di Pelabuhan Tanjung Priok itu tengah menunggu angkutan umum untuk pulang kala dia melihat munculnya keruman massa yang tengah berlari. Seiring kemunculan mereka, tetiba terdengar rentetan senjata.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Serambi rumah menjadi tempat favorit penduduk Batavia untuk bercengkerama. Di tempat ini pula keributan hingga perkelahian kerap terjadi di antara tetangga dan pasangan suami istri.
Serambi rumah menjadi tempat favorit penduduk Batavia untuk bercengkerama. Di tempat ini pula keributan hingga perkelahian kerap terjadi di antara tetangga dan pasangan suami istri.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Kresna meninggal dunia. Mendampingi SBY sebagai istri tentara sampai menjadi Ibu Negara.
Kresna meninggal dunia. Mendampingi SBY sebagai istri tentara sampai menjadi Ibu Negara.
transparant.png
bottom of page