top of page

Pertemuan Terakhir Sukarno-Hatta

Meutia Hatta mengenang pertemuan proklamator Sukarno dan Mohammad Hatta, dua hari sebelum maut memisahkan mereka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Meutia Hatta, putri pertama Mohammad Hatta. (Fernando Randy/Historia.ID).

18 Agu 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 14 Mar

WAJAH Meutia Farida Hatta tetiba berubah menjadi sayu. Tetiba saja ia terkenang kembali momen pertemuan dirinya dengan Sukarno untuk terakhir kali saat menemani sang ayah. Ada kesedihan dan kerinduan yang dia rasakan menohok ulu hatinya.


“Sudah lama sekali, sejak Sukarno tak terekspos lagi kepada masyarakat, Hatta tidak pernah bertemu dengan kawannya itu,” kata perempuan berusia 72 tahun itu. 


Bukan rahasia lagi jika hubungan dua bapak pendiri bangsa ini sempat meregang pasca Indonesia berdiri sebagai sebuah negara, terutama dalam kurun masa 1950-an sampai 1960-an. Masalah utamanya adalah perbedaan pandangan mengenai masa depan revolusi Indonesia, di samping soal prioritas pembangunan negeri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page