Diperbarui: 5 hari yang lalu
MEMASUKI bulan September 1955, berbagai surat kabar memberitakan persiapan pemilu nasional pertama di Indonesia. Sosialisasi pemilu dan tata cara memilih pun gencar dilakukan. Selain secara langsung oleh Panitia Pemilihan Indonesia dan partai-partai politik, sosialisasi juga dilakukan melalui media massa.
Ingar-bingar penyelenggaraan pemilu sesungguhnya telah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya. Partai-partai politik melakukan beragam upaya untuk menarik perhatian publik dan menjaring massa. Faishal Hilmy Maulida dalam Sejarah Pemilu yang Dihilangkanmenyebut partai politik menyongsong pemungutan suara dengan memaksimalkan kampanye-kampanye lisan maupun tertulis untuk merebut hati rakyat.
“Partai-partai menancapkan jaringannya dari kota-kota besar hingga desa-desa, setiap partai memiliki basis massa tersendiri berdasarkan haluan politik masing-masing. Baik PNI, Masjumi, NU, PKI, PSI, dan partai-partai lain menerapkan strategi ini. Partai-partai secara aktif mencari dukungan baik dari arus bawah maupun kelompok-kelompok masyarakat berpengaruh,” tulisnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















