top of page

Pemilu di Kediri Masa Revolusi

Jauh sebelum pemilu nasional pertama tahun 1955, pemilu sempat digelar di masa revolusi seperti di Kediri pada 1946.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 24 Jan 2024
  • 3 menit membaca

PEMILIHAN umum 1955 dianggap sebagai titik awal pelaksanaan pemilu di Indonesia. Pasalnya, pesta demokrasi yang berlangsung pada September dan Desember itu merupakan yang pertama kali digelar secara nasional. Meski begitu, jauh sebelumnya pemilu lokal telah diselenggarakan di beberapa wilayah, salah satunya di Kediri pada 1946.


Pemilu itu berkaitan dengan pembentukan Badan Perwakilan Rakyat (BPR) Keresidenan Kediri. Dalam buku Propinsi Djawa-Timur terbitan Departemen Penerangan disebutkan pembentukan BPR Keresidenan Kediri diselenggarakan dengan cara pemilihan bertingkat yang terdiri dari dua bagian. Pemilihan pertama diselenggarakan untuk menentukan anggota Dewan-dewan Desa. Sedangkan pemilihan kedua digelar untuk memilih anggota-anggota BPR.


Pemilihan pertama diselenggarakan di seluruh daerah Keresidenan Kediri pada Mei 1946, dan pada 8 Mei telah terpilih 26.073 anggota Dewan-dewan Desa. Setelah itu dilakukan persiapanuntuk menyelenggarakan pemilihan anggota BPR.


“Berdasarkan putusan BPR Keresidenan Kediri tanggal 23 Juni 1946, maka guna mengatur penyelenggaraan pemilihan BPR Karesidenan Kediri dibentuk sebuah Panitia Penyelenggara Pemilihan BPR Karesidenan Kediri yang menetapkan ‘Aturan Pemilihan anggota BPR Keresidenan Kediri’,” tulis buku tersebut.


Keresidenan Kediri dibagi dalam lingkungan pemilihan yang sama besarnya dengan kecamatan atau bagian kota otonom, dan distrik-distrik pemilihan yang sama besarnya dengan kabupaten atau kota otonom. Di tiap-tiap lingkungan pemilihan dibentuk sebuah Panitia Lingkungan yang menyelenggarakan pemilihan di lingkungan masing-masing.


Di tiap-tiap distrik pemilihan dibentuk panitia distrik yang mengawasi dan memeriksa pemilihan-pemilihan di daerahnya masing-masing. Pemilihan ini memilih 100 anggota BPR; 80 anggota dipilih oleh anggota Dewan-dewan Desa, sementara 20 anggota lainnya ditunjuk oleh 80 anggota terpilih.


Baca juga: Lagu-lagu Pemilu


Sebelum pemilihan anggota BPRdiselenggarakan, para Panitia Lingkungan melakukan sosialisasi ke desa-desa guna memberi informasi kepada para pemilih (anggota Dewan-dewan Desa) mengenai tata cara memilih. Panitia menggunakan contoh dari kartu pemilihan (stembiljet) untuk sosialiasi.


Tak hanya Panitia Lingkungan, partai-partai politik dan badan-badan yang turut ambil bagian dalam pemilihan juga melakukan sosialiasi untuk menjaring suara. Mereka keluar masuk desamengkampanyekan partainya masing-masing.


Tantangan yang dihadapi panitia maupun petugas partai dalam sosialiasi adalah masih adanya anggota Dewan-dewan Desa yang tidak bisa membaca. Solusinya, anggota Dewan-dewan Desa tersebut dianjurkan supaya pada waktu memilih memegang kartupemilih kemudian menghitung dari atas ke bawah, lalu memilih bilangan yang disukai (nomor urut partai dalam kartu pemilihan) dan mengisi lingkaran yang ada di belakangnya dengan suatu tanda.


Pemilihan anggota BPR dilaksanakan pada Juli 1946. Pada 11 Juli, semua anggota Dewan-dewan Desa dikumpulkan di ruangan pemilihan di masing-masing kecamatan. Mereka diberikan penjelasan secukupnya tentang tata cara mengisi kartupemilihan.


Setelah itu, dengan suara keras, ketua Panitia Lingkungan memanggil satu per satu anggota Dewan-dewan Desa. Anggota Dewan-dewan Desayang dipanggil namanya datang menghampiri panitia untuk mengambil sehelai kartupemilihan yang telah diberi paraf oleh ketua PanitiaLingkungan.


Anggota Dewan-dewan Desa kemudian memasuki ruangan pemilihan untuk mengisi lingkaran yang ada di belakang nama partai yang dikehendaki dengan suatu tanda dan memasukkan kartupemilihannya ke dalam kotakpemilihan. Proses pemberian suara ini dilakukan secara rahasia dan tiap pemilih hanya dapat memilih satu partai.



Setelah proses pemungutan suara di lokasi pemilihan, lantas bagaimana cara menentukan jumlah kursi untuk masing-masing partai?


Departemen Penerangan menjelaskan jumlah kursi untuk masing-masing partai ditentukan dengan cara membagi jumlah suara dari masing-masing partai dengan quotum. Hasil dari pembagian itu merupakan jumlah kursi yang diberikan kepada masing-masing partai.


Quotum tersebut ditetapkan dengan membagi jumlah semua suaradengan jumlah kursi yang akan dibagikan (80), hasilnya dibulatkan ke atas hingga menjadi angka penuh.Kursi-kursi yang belum terisi sesudah pembagian akan diberikan kepada partai yang memiliki sisa suara terbanyak.


Hasil pemilu BPR tercatat dari 26.073 pemilih (anggota Dewan-dewan Desa), suara masuk berjumlah 20.871 dengan 386 suara atau 1,8 persentidak sah. Dengan demikian, terpilihlah 80 anggota BPR.Pada 1 Agustus 1946, 80 anggota BPR tersebut menetapkan partai-partai mana yang akan mendapat 20 kursi yang masih belum diisi.


Uji Nugroho Winardi menulisdalam Jogja Memilih: Sejarah Pemilu 1951 & 1955 di Yogyakarta, Masyumi meraih kursi terbanyak dalam pemilu Keresidenan Kediri dengan 43 dari 80 kursi. Tak berhenti di Kediri, Masyumi kembali mendominasi pemilu di Surakarta pada 10 Desember 1946, di mana partai tersebut sukses mendapatkan 104 dari 125 kursi.Setelah tahun 1946, pemilu di masa revolusi kembali diselenggarakandi luar Pulau Jawa. Pada 1948, pemilu digelar di Kalimantan Selatan untuk memilih Dewan Banjar.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
29 negara di kawasan Asia Afrika, ditambah tiga negara peninjau, mengirimkan delegasinya ke Bandung, guna memenuhi undangan Indonesia untuk menghadiri Konferensi Asia-Afrika. Hotel Preanger dan Savoy Homann menjadi tempat singgah para delegasi selama KAA berlangsung.
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
transparant.png
bottom of page