top of page

Pesawat Delegasi KAA Jatuh di Perairan Natuna

Pesawat ini semula akan digunakan oleh Perdana Menteri Tiongkok Zhou Enlai untuk menuju Bandung. Pihak Tiongkok menuduh ada CIA dan Kuomintang di belakang peristiwa naas tersebut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengangkatan pesawat Kashmir Princess. (fly.historicwings.com).

20 Apr 2015
2 menit membaca

Diperbarui: 11 Apr

SEBUAH pesawat carteran milik Air India berjenis Lockheed L-7492A jatuh di perairan dangkal dekat kepulauan Natuna Laut Cina Selatan, pada 11 April 1955. Pesawat yang tinggal landas dari Bandara Kai Tak, Hongkong itu sejatinya akan menuju Bandung dalam rangka Konferensi Asia Afrika. Enam belas penumpangnya dilaporkan tewas, sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka berat.


Kashmir Princess, pesawat carteran milik Air India itu sebelumnya sempat mengisi bahan bakar dan menjalani pemeriksaan rutin usai menempuh perjalanan dari Bombay, India. Pesawat tersebut membawa delegasi Tiongkok, juga wartawan dari berbagai negara, yang akan menghadiri Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Rencananya, pesawat itu pula yang akan mengangkut Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Zhou Enlai.


Penumpang yang selamat mengisahkan sekira lima jam perjalanan, pada jam tujuh malam, kru mendengar ledakan. Api berhembus ke arah lubang tangki bahan bakar nomor tiga. Dengan cepat pilot mematikan mesin nomor tiga, menyisakan tiga mesin yang menggerakkan pesawat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
transparant.png
bottom of page