- 23 Mei 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 24 Jul
BIOSKOP masih menjadi tempat favorit menonton film. Selain menayangkan film, bioskop juga menjual popcornsebagai teman nonton. Rasanya gurih dan manis serta aromanya menggoda. Tak heran popcorn melekat dengan nonton film di bioskop.Ternyata, dulu popcorn justru tidak dijual di bioskop.
Andrew F. Smith, penulis dan akademisi yang fokus dalam sejarah kuliner, menyebut pada 1930-an pemilik bioskop menolak untuk menjual popcorn karena dianggap tidak perlu dan dapat “merusak martabat” bioskop. “Penjual popcorn sering kali berpakaian jorok dan tidak selalu mengikuti praktik higienis yang disukai oleh kelas menengah yang sering mengunjungi bioskop,” tulis Smith dalam Popped Culture.
Pemilik bioskop juga beranggapan menjual makanan ringan, seperti popcorn maupun soda, lebih banyak memberikan kesulitan daripada keuntungan. Terlebih banyak bioskop telah melapisi lobinya dengan karpet bernilai tinggi meniru lobi bioskop besar. Sehingga para operator bioskop tidak ingin karpet mahal mereka kotor dan rusak oleh tumpahan biji popcorn, soda, maupun permen.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















