top of page

Serba-serbi Menonton Bioskop pada Zaman Belanda

Salah satu aturan menonton bioskop yang diberlakukan adalah pemisahan tempat duduk penonton laki-laki dan perempuan. Merepotkan pasangan suami-istri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penonton bioskop Rex di Batavia sekitar tahun 1939. (KITLV).

  • 10 Jan 2023
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

MENONTON film tak hanya menjadi hiburan favorit orang-orang masa kini. Pada zaman kolonial Belanda menonton film juga salah satu hiburan yang diminati penduduk di Batavia. Menonton gambar hidup, begitu kata penduduk Batavia saat hendak menonton film di bioskop. Kala itu film-film yang ditayangkan masih diputar di bioskop keliling. Baru pada awal abad ke-20, bioskop permanen didirikan di Jalan Tanah Abang Barat.


Pada 1920-an, tulis Tanu Trh dalam Kisah Jakarta Tempo Doeloe, di zaman pra film bersuara (soundfilm), jumlah bioskop di Batavia tak sebanyak seperti hari ini. Di daerah kota, yang biasa disebut benedenstad oleh masyarakat Belanda, hanya ada dua bioskop, yakni Gloaria Bioscoop di Pancoran dan Cinema Orion di Glodok. Sementara di bagian selatan kota, yang dinamakan bovenstad atau Weltevreden, terdapat Cinema Palace di Krekot, Globe Bioscoop di Pasar Baru, Deca Park di Gambir (sekarang Lapangan Monas), dan Dierentuin di Cikini (di kompleks TIM sekarang).


Penonton bioskop di kawasan bovenstad atau Weltevreden umumnya dari kalangan masyarakat atas, seperti orang-orang Belanda dan Eropa, para tuan toko (pemimpin perusahaan-perusahaan besar Belanda dan pegawai-pegawai stafnya), dan golongan berduit. Sementara penonton di bioskop-bioskop daerah kota umumnya dari kelas menengah ke bawah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
bg-gray.jpg
Rasa kebangsaan Ahmad Subardjo tergugah oleh tulisan Soewardi Soerjaningrat dan pidato Tjokroaminoto. Dia juga sempat menggeluti teosofi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
Ketika Sjafruddin menjadi kepala kantor inspeksi pajak di Bandung, ia menyadari betapa sengsaranya rakyat di bawah pendudukan Jepang. Ia pun kemudian masuk ke dalam gerakan bawah tanah pimpinan Sjahrir yang berfokus mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Ketika Sjafruddin menjadi kepala kantor inspeksi pajak di Bandung, ia menyadari betapa sengsaranya rakyat di bawah pendudukan Jepang. Ia pun kemudian masuk ke dalam gerakan bawah tanah pimpinan Sjahrir yang berfokus mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Kekaguman Salman Aristo Terhadap Hatta
Kekaguman Salman Aristo Terhadap Hatta
Sosok sportif di lintasan balap. Senantiasa dihormati walau tak punya gelar juara.
Sosok sportif di lintasan balap. Senantiasa dihormati walau tak punya gelar juara.
Petenis Billie Jean King sukses membungkam kaum laki-laki yang menganggap perempuan senantiasa inferior dalam olahraga tenis.
Petenis Billie Jean King sukses membungkam kaum laki-laki yang menganggap perempuan senantiasa inferior dalam olahraga tenis.
transparant.png
bottom of page