- 18 Jan 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 Apr
SEJUMLAH poster film terpasang berjejer di bagian depan bioskop-bioskop ibu kota dan berbagai daerah lainnya. Sebagai informasi kepada para pengunjung bioskop, di bagian atas poster disematkan tulisan “sedang tayang” atau “akan tayang”. Sebelum ditayangkan di bioskop, potongan-potongan adegan film (trailer) diiklankan di berbagai media, seperti televisi, YouTube, dan berbagai media sosial untuk menarik perhatian publik.
Berbeda dengan masa kini yang serba digital, di masa lalu film yang akan ditayangkan di bioskop diiklankan dengan cara unik menggunakan delman atau sado.
Tanu Trh dalam Kisah Jakarta Tempo Doeloe menyebut penggantian film yang ditayangkan di bioskop Batavia pada zaman kolonial Belanda biasanya terjadi 3–4 malam sekali dan diumumkan kepada khalayak ramai dengan cara diarak, sehingga disebut “bioskop ngarak”. “Sebuah delman atau sado disewa, dipajangi poster-poster film yang akan diputar malam itu serta nama bioskop bersangkutan,” tulis Tanu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















