top of page

Pram Menemukan Minke

Minke merupakan representasi tokoh pergerakan nasional masa awal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pramoedya Ananta Toer. (Wikimedia Commons).

29 Mei 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Jul

Bumi Manusia, roman pertama dari tetralogi Pulau Buru karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, akan difilmkan Falcon Pictures dengan sutradara Hanung Bramantyo. Yang bikin heboh, tokoh utama dalam novel itu, Minke, diperankan aktor muda Iqbaal Ramadhan. Banyak yang mengatakan, Iqbaal kurang pas memerankan tokoh Minke.


Minke merupakan anak pribumi cerdas yang hidup pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dia adalah anak priyayi yang mendapat pendidikan Eropa di Hogere Burger School (HBS) Surabaya. Dia pandai menulis, dan karyanya kerap dipublikasikan di koran-koran zaman itu. Dalam Bumi Manusia, Minke dilukiskan sebagai pemuda revolusioner yang lantang melawan ketidakadilan terhadap bangsanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page