top of page

Presiden Ketularan Menteri Perhubungan

Presiden Sukarno tadinya anti petai dan jengkol. Gara-gara ulah seorang menterinya, dia ikutan jadi doyan melahap biji-bijian beraroma khas ini.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Olimpiade XXXII di Tokyo 2020 terpaksa ditunda dan dijadwalkan ulang ke tahun depan sebagai dampak global pandemi COVID-19 (Foto: tokyo2020.org)

  • 24 Mar 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 30 Jul 2025

Adnan Kapau Gani yang tampan itu sekali waktu bertandang ke Istana Negara. Gani saat itu menjabat Menteri Perhubungan era Kabinet Ali yang pertama. Ada agenda yang yang hendak dibicarakan Gani dengan Presiden Sukarno.


Kedatangan Gani diterima oleh Bung Karno. Alih-alih membincangkan soal pemerintahan, Gani malah meminta advis presiden sehubungan dengan pembuatan film perjuangan Pangeran Diponegoro yang akan diperankan oleh dirinya. Selain sebagai pejabat negara, Gani memang telah malang melintang di dunia seni peran sebagai aktor.


Sebelum memberikan masukan dan arahannya, Bung Karno ingin mengajak Gani terlebih dahulu makan siang. Gani mengiyakan. Guntur, putra sulung Bung Karno menyaksikan kedatangan Gani dan mengenang dialog antara Gani dan ayahnya pada hari itu dalam memoar Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku.   


“Kapau, jij (kamu) makan siang disini ya,” ajak Bung Karno, “Ayolah Kapau, ik (aku) kebetulan masak rendang kesukaan jij.”


Gani bersedia namun dengan mengajukan satu syarat: Ibu Fatmawati menyediakan sambal yang pedas bersama petai dan jengkol muda. Sukarno menyanggupi.


“Yah, en Bung mesti juga makan petai plus jengkol,” kata Gani menggoda.


Bung Karno berkilah, katanya, “Aku anti petai dan jengkol. Jij kan tahu aku ndak mau kamar mandiku bau.” 


“Aaaahhhh. Bung, buat apa toh anti sama petai dan jengkol. Mereka toh bukan kapitalisme of kolonialisme. Bahkan itu adalah makanan asli rakyat Indonesia! Sesekali Bung cobalah, rasakan nikmatnya dan itu baik sekali buat Bung punya nier (ginjal),” kata Gani meyakinkan.

Bung Karno memang punya keluhan dengan ginjalnya. Gani menjamin dengan memakan petai dan jengkol, organ ginjal Bung Karno bakal sehat. Bung Karno tidak terpengaruh. Dia benci bau pesing lantaran aroma yang ditimbulkan biji-bijian itu.


Sembari masakan dipersiapkan Ibu Fatmawati, Bung Karno dan Gani melanjutkan pembicaraan soal film. Bung Karno pada prinsipnya sangat setuju ide pembuatan film Diponegoro yang lakon utamanya akan diperankan Gani. Namun dia menyarankan agar Gani juga meminta persetujuan Ali Sastroamidjojo selaku perdana menteri. Guntur ikutan nimbrung dengan mengatakan wajah Gani mirip dengan Pangeran Diponegoro dalam lukisan Basuki Abdullah.


Tidak berapa lama, Ibu Fatmawati memanggil dari ruang makan, tanda hidangan telah disajikan. Gani dan Bung Karno pun siap bersantap ditemani Ibu Fatmawati beserta Guntur. Gani memakan petai dan jengkol dengan lahapnya.


“Aha! Bukan main rasanya ini jengkol,” kata Gani sambil mengunyah jengkol dengan sambal terasi. “Ayo Bung, coba petainya! Ayolah coba jengkol ini! Sekerat kecil sajalah!“ kata Gani pada Bung Karno.


Ibu Fatmawati tidak ketinggalan. Dia ikutan membujuk suaminya mencicip petai seraya menekankan pentingnya bagi kesehatan ginjal. Akhirnya Bung Karno tidak kuasa menolak. Dia minta diberi sedikit petai. Dimakanlah petai itu oleh Bung Karno untuk kali pertama.


“Yah… boleh juga,” ujar Bung Karno. Sejurus kemudian, Bung Karno meminta jengkol kepada Fatmawati. Lama-lama, Bung Karno memakan petai dan jengkol dengan lahapnya.


“Sudahlah Bung! Jangan banyak pikir. Hantam saja!”  Gani mengompori, “Biarlah tu kamar mandi bau…. Ha..ha..ha..”


Keesokan harinya, Bung Karno mau ambil air  wudhu di kamar mandi buat salat maghrib. Dia mendapati kamar mandi bau pesing nan menyengat. Dipanggilnya Sa’in, pelayan Istana yang bertugas mengurusi kamar mandi.


“Saiiiiinn! Saiiiiin!” teriak Bung Karno, “Saha nu kiih di kamar mandi Bapak? (Siapa yang kencing di kamar mandi Bapak?) Kamar mandi bau jengkol”


Sain menjawab tidak tahu. Kemudian Sukarno memanggil Fatmawati. Agak  dihardiknya Ibu Negara itu.


“Faaatt!! Faaatt! Aku kan sudah bilang berkali-kali kalau kau makan petai atau jengkol jangan pipis di kamar mandiku! Sekarang kamar mandiku jadi bau.”


“Sabaaar.... Jangan marah-marah, nanti lekas gaek (tua)," kata Fatmawati dengan logat Bengkulunya. “Siapo yang kemarin makan jengkol dengan Kapau?? Siapo yang kemarin makan petai dengan Menteri Perhubungan Republik Indonesia?? Hayoo!”


Mendengar itu, Bung Karno baru sadar bahwa dirinya kemarin ikutan makan petai dan jengkol. Bung Karno yang tadinya mau meledak amarahnya buru-buru balik kanan lalu melengos pergi. Rupanya, menurut guyonan Fatmawati, Bung Karno jadi pikun gara-gara ketularan petai dan jengkol dari  menteri perhubungannya sendiri. 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Aktor senior Adi Kurdi menilai Sukarno berhasil menyelaraskan pemikiran dan keterampilan.
Aktor senior Adi Kurdi menilai Sukarno berhasil menyelaraskan pemikiran dan keterampilan.
Ada wacana fatwa haram untuk gim PUBG. Sebelumnya MUI telah mengeluarkan fatwa untuk gim ini.
Ada wacana fatwa haram untuk gim PUBG. Sebelumnya MUI telah mengeluarkan fatwa untuk gim ini.
Tak terima seorang warganya tewas di tangan pejuang pembebasan Palestina, pemerintahan Ronald Reagan melakukan pembalasan.
Tak terima seorang warganya tewas di tangan pejuang pembebasan Palestina, pemerintahan Ronald Reagan melakukan pembalasan.
M. Jasin berniat menyelesaikan kuliah sarjana. Presiden Sukarno malah mengangkatnya jadi rektor.
M. Jasin berniat menyelesaikan kuliah sarjana. Presiden Sukarno malah mengangkatnya jadi rektor.
Pesan cinta dan damai disebarkan dari negara dunia ketiga, Jamaika, melalui musik reggae.
Pesan cinta dan damai disebarkan dari negara dunia ketiga, Jamaika, melalui musik reggae.
Pada awal kemerdekaan angka kematian bayi cukup tinggi. Upaya pendidikan dukun pun dilakukan lewat Proyek Serpong.
Pada awal kemerdekaan angka kematian bayi cukup tinggi. Upaya pendidikan dukun pun dilakukan lewat Proyek Serpong.
transparant.png
bottom of page