top of page

Raden Ayu Pudji Astuti, Setia Mendampingi Ahmad Subardjo

Sempat tak mendapat izin ayahnya sewaktu dilamar Ahmad Subardjo, Pudji Astuti setia dampingi menlu pertama Indonesia itu nyaris setengah abad. Dalam suka maupun duka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan potret Raden Ayu Pudji Astuti, istri Ahmad Subardjo. (Bisri/Historia.ID).

31 Agu
6 menit membaca

LUKISAN potret sosok perempuan berbingkai coklat itu tergantung di salah satu dinding, bersebelahan dengan lukisan seorang pria berjanggut dan berjas putih. Paras ayunya kian memancar dengan “ornamen” sanggul dan kebaya yang dikenakannya. Sosok perempuan itu adalah Raden Ayu Pudji Astuti, istri Ahmad Subardjo, lelaki yang lukisan potretnya ada di sampingnya.


Berbeda dari Subardjo yang berdarah Aceh-Sunda meskipun menyandang nama Jawa, Pudji perempuan Jawa tulen. Ia punya “darah biru”.


“Jadi nenek ada trah Wiryotarunan (Raden Wiryotaruno, red.),” terang Hutomo Said Effendi, cucu Subardjo, kala ditemui Historia.ID di kediamannya di Bintaro, Tangerang Selatan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page