Diperbarui: 3 hari yang lalu
SEKALI waktu di masa akhir kekuasaannya, Presiden Sukarno mengalami kesulitan keuangan. Si Bung Besar lantas memanggil Mangil Martowidjojo. Diperintahkannya sang ajudan itu mengundang T.D. Pardede ke Istana.
“He, Pardede, aku butuh duit untuk bayar utang dan beli cat,” kata Sukarno.
Pardede lalu memberi Sukarno $1000 sembari menanyakan apakah jumlah tersebut masih kurang.
“Wah, banyak amat,” jawab Sukarno. Dia kemudian hanya mengambil seperlunya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















