- 14 Nov 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
RATU Kalinyamat akhirnya resmi menjadi pahlawan nasional. Dari enam tokoh yang dinobatkan pada tahun ini, Ratu Kalinyamat adalah satu-satunya perempuan. Pengusulannya terbilang berliku dan memakan waktu lama. Tak kurang perbincangan yang memperdebatkan ketokohannya dalam sejarah bangsa Indonesia.
Nama Ratu Kalinyamat eksis sebagai salah satu penguasa di tanah Jawa sekira abad ke-16. Sebelum bergelar ratu, ia bernama asli Retna Kencana, putri dari Raja Demak ke-3 Sultan Trenggana. Retna Kencana dinikahi Pangeran Hadiri. Mereka memerintah di Kalinyamat, yang meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora. Kalinyamat sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Jepara terletak di antara Kudus dan Jepara. Ihwal mula gelar Ratu Kalinyamat melekat pada sosok Retna Kencana sepeninggal suaminya pada 1549, yang mati dibunuh Adipati Jipang Arya Penangsang.
Ratu Kalinyamat kemudian tampil sebagai penguasa Jepara. Di bawah kepemimpinannya, Jepara mencapai masa kejayaan. Selama 30 tahun berkuasa, Ratu Kalinyamat membentuk armada laut yang kuat, bahkan termasuk yang paling kuat di Nusantara. Dia menjadikan Jepara sebagai poros maritim kawasan pantai utara Jawa. Kota pelabuhannya ramai dengan aktivitas perdagangan dan pelayaran. Seiring dengan itu, Jepara muncul sebagai sebuah emporium baru; kerajaan maritim yang disegani kerajaan-kerajaan tetangga.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















