top of page

24 Juli 1977: Rivalitas Sadat-Qadafi Akibatkan Mesir-Libya Perang Empat Hari

Ambisi politik masing-masing pemimpin sebabkan Libya dan Mesir terlibat Perang Empat Hari.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mig-21 AU Mesir, satu dari sekian pesawat tempur Mesir yang ikut dalam perang melawan Libya pada 1977. (LeCaire/wikipedia)

24 Jul 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

HARI ini, 24 Juli 1977. Presiden Mesir Anwar Sadat mengeluarkan pengumuman tak diduga. Dia menyatakan gencatan senjata dalam Perang Empat Hari yang melibatkan Mesir dan tetangganya, Libya.


Perang Empat Hari Libya-Mesir merupakan akumulasi dari konflik politik kedua negara bertetangga itu yang terus meningkat setelah Perang Yom Kippur (Oktober 1973). Pemimpin Libya Moammar Qadafi merasa “dikhianati” Sadat lantaran tanpa pemberitahuan Sadat menggandeng Suriah melancarkan serangan terhadap Israel, musuh bersama bangsa Arab. Perang Yom Kippur menempatkan Qadafi, yang amat mengagumi Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dan aktif menggalang persatuan Arab sejak kematian Nasser pada 1970, pada posisi yang tidak dianggap.


Akibatnya, Qadafi terus menyudutkan posisi politik Sadat. Ketidaksukaannya pada Sadat kemudian diwujudkan dengan menyokong gerakan-gerakan anti-pemerintah Sadat di Mesir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page