- 8 Sep 2020
- 3 menit membaca
SEKALI waktu pada tahun 1973, Jenderal Soemitro menerima panggilan dari Presiden Soeharto. Rupanya, Mitro diminta untuk mendampingi Menteri Luar Negeri Adam Malik ke Aljazair dalam Konferensi Tingkat Tinggi Non-Blok di Aljazair. Sebagai panglima Kopkamtib yang bertanggung jawab atas keamanan di dalam negeri, Mitro merasa aneh dengan penugasan ke luar negeri.
“Mengapa Pak Harto tidak berangkat sendiri memimpin delegasi ini?” kata Mitro seperti dicatat Heru Cahyono dalam Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dan Peristiwa 15 januari 1974. Menurut Mitro, “mungkin dari segi security dianggap belum aman bila Presiden meninggalkan Indonesia.”
Maka mau tidak mau jadilah Mitro terbang ke Aljazair. Konferensi diselenggarakan dari tanggal 5 sampai 9 September 1973. Mitro berkedudukan sebagai wakil ketua delegasi Indonesia. Sepeninggal dirinya, Mitro melimpahkan kepemimpinan Kopkamtib kepada wakilnya yakni Laksamana Soedomo.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















